in

Wawancara Sakina Kuwae Dan Perannya Di Gekiranger & Kiramager

  •  
  • 26
  •  
  •  
  •  

Super Sentai ke-44 yang saat ini sedang ditayangkan yaitu Mashin Sentai Kiramager, beberapa waktu lalu menampilkan aktris Sakina Kuwae, yang menjadi bintang tamu sebagai Natsume Masaki pada episode 27 “Pelari Dalam Bahaya Besar” (penulis: Michiko Yokote, sutradara: Katsuya Watanabe) dan sudah tayang pada 11 Oktober lalu.

Natsume Masaki adalah karakter yang tampil pada Super Sentai ke-31 Juken Sentai Gekiranger yang tayang pada tahun 2007, dan merupakan putri Miki Masaki, manajer pengembangan khusus pada perusahaan alat olahraga SCRTC (dibaca Scratch).

Tentunya sudah pada tahu kalau Sena Hayami/Kiramai Green mengenakan pakaian lari bermerk SCRTC sejak awal. Natsume yang sudah dewasa kini menjadi pegawai SCRTC di bagian pengembangan khusus. Aktris Kazue Ito turut kembali memerankan Miki sehingga tokoh ibu dan anak ini tampil bersama lagi.

Setelah menyelesaikan seluruh rekaman, pihak Toei Hero Net (THN) dapat meminta Sakina meluangkan waktunya untuk berbincang. Sakina dahulu masih duduk di bangku SMP ketika pertama kali diwawancarai oleh THN.

Sudah lama sejak terakhir kali tampil di Toei Hero Net ya.

Ini kedua kalinya dalam 13 tahun semenjak Gekiranger. Terima kasih~ (tersenyum)

Bagaimana syuting Kiramager?

Menyenangkan sekali! (tersenyum) 
Aku disambut oleh para staf yang sudah ada juga saat Gekiranger dahulu. Senang sekali bereuni dengan banyak orang setelah 13 tahun. 
Semuanya baik sekali, mereka bilang “senang bertemu denganmu,” kita berbicara banyak di bus menuju lokasi.
Selain itu, kembali berperan bersama Bu Kazue (Ito)! 
Aku senang. 
Bu Kazue tidak banyak berubah juga. 
(Natsume) akhirnya masuk SCRTC pula!

Bagaimana perasaanmu ketika mendapat ajakan untuk menjadi bintang tamu di Kiramager?

Aku senang. Aku ingin tampil! Iya, aku ingin tampil!
Aku sangat menyukai lokasinya sampai kagum meskipun hanya bisa datang ke lokasi (syuting Super Sentai).
Aku sangat senang bisa bertemu Kazue lagi dan bekerja bersama (produser) Tsukada.

Kali ini, “bahasa Jan” menjadi kata kunci. Bagaimana (rasanya menggunakan) “bahasa Jan” setelah sekian lama? 

Dulu (Jan) mengatakan “Nikiniki” dan “Shubashuba.” Tapi “bahasa Jan” hanya dikatakan oleh Jan, jadi aku berpikir, “Artinya apa sih?”
Pada cerita kali ini, “bahasa Jan” menjadi kunci dan digunakan seperti kode. Aku merasakannya sebagai kolaborasi antara Gekiranger dan Kiramager.
Ngomong-ngomong, Sena (diperankan Yume Shinjo) mengatakan, “(bahasa Jan) sulit diucapkan.” Aku ingin tahu yang mana… aku lupa.
Bu Kazue bilang sulit mengatakan “Kyuikyui.”

Apa kamu menggunakan “bahasa Jan” seperti “Nikiniki” pada kehidupan pribadi saat itu?

Aku tidak menggunakannya untuk sementara waktu. (tertawa)
Akan jadi masalah kalau “Zowazowa” keluar.
Tapi adik laki-lakiku, yang duduk di taman kanak-kanak saat itu, menggunakannya.

Kali ini disutradarai oleh Katsuya Watanabe. Bagaimana perasaanmu?

Sudah lama sejak saat itu. Kurasa saat itu aku tidak terlalu lama bekerja bersama, tapi dia baik padaku.
“Eh? Pak Watanabe, kan?” kubilang saat bertemu. (tersenyum)
Syuting adegan selesai lebih cepat karena Sutradara Watanabe langsung melanjutkan syuting bagian lain dengan cepat.
Semuanya tidak terasa terburu-buru. 
Tempat dan suasananya menyenangkan, para staf juga saling bercanda satu sama lain.
Pada saat (syuting Gekiranger) dahulu, Pak (sutradara Shojiro) Nakazawa punya banyak waktu, tapi saya tidak terlalu peduli (dengan lamanya syuting).
Lagipula di lokasi terasa menyenangkan, jadi saya tidak merasa terganggu.

Bagaimanapun, kesan-kesan di Gekiranger menyenangkan ya.

Sangat menyenangkan! (bersinar)
Dulu aku masih kecil, jadi semuanya senang denganku. Bahkan rasanya seperti tidak sedang bekerja (tertawa)
Pada saat itu, aku mendapat banyak kenangan yang menyenangkan, jadi aku seperti menjadi muda kembali kali ini.
Bahkan ketika diberitahu kalau aku boleh hanya duduk, aku tetap ke lokasi dan bilang, “Tidak apa. Aku hanya ingin melihat.” (bersinar)

Dialog saat itu menggunakan dubbing, tapi kini direkam pada waktu yang sama ya.

Iya, sekarang direkam bersamaan. Tapi dulu ada satu hari setelah dubbing, “jangkrik” ditulis pada kolom komentar (pada naskah dubbing). 
Kulihat itu adalah (dubbing) adegan aksi, suara jangkrik terekam karena tidak cocok dengan musimnya. Ternyata seperti itu maksudnya.

Natsume adalah senior dari Sena Hayami semasa kuliah. Apakah kamu berbicara mengenai Yume Shinjo, pemerannya?

Ya, (dia) karakter atlit lari, kan? Dia selalu berlari sepanjang pengambilan gambar, tapi wajahnya tidak kabur sama sekali.
Ketika kutanyai, dia mendapat pelatih lari untuk cerita ini. Dia tidak terlalu ahli (dalam berlari), tapi bilang, “Aku berlatih kok.”

Apa kamu berkomunikasi juga dengan anggota lain?

Kita melakukan kuis. Aku sedang bersama Juuru (diperankan Rio Komiya) dan Takamichi (diperankan Shoji Kohei) dan kita melakukan kuis ketika sedang menunggu. 
“Bagaimana membaca kanji ini?” dan Juuru yang bertanya sedangkan aku dan Takamichi menjawab. 
“Hint!” Kukatakan dengan senang dan semuanya sangat bersahabat sehingga tak terasa seperti baru pertemuan pertama.
Lalu, Takamichi menyukai kamera. Dia banyak memotret dan berbicara dengan bersemangat.

Ini penampilan Nona Kuwae di tokusatsu Toei pertama kali sejak Gekiranger?

Ya… eh, ada Akibaranger!
(Hikounin Sentai Akibaranger Season Tsuu Episode 5 “Delusi Impor” 3 Mei 2013)

Bagaimana perasaanmu bisa beradu akting bersama Kazue Ito setelah sekian lama?

Tidak ada perubahan sama sekali.
Pada saat itu, beliau membuat tas serut dari kain Gekiranger, dan rasanya beliau seperti “ibu” kedua.
(Aku) sudah dewasa, tapi rindu dengan dengan perasaanku yang sama seperti dulu.
Aku tidak berbicara terlalu dalam…
Ada poster dengan ilustrasi ketiga Gekiranger di lokasi, sambil kubilang, “Bu Kazue, apa kau lihat? Itu ditempel!?” sambil tertawa. (bersinar)

Pada saat itu, aku duduk di bangku SMP kelas 3 tapi memerankan seorang siswi sekolah dasar. Pembicaraan biasa seperti, “Sudah makan es krim?” serasa pembicaraan di kehidupan sekolah.
Pada saat Gekiranger aku memanggilnya “Mama,” tapi kali ini kuganti menjadi “Ibu.”
Bu Kazue juga bilang, “Dulu dipanggil “Mama” kan.”
Karena itu kubilang, “Aku sudah tumbuh besar.” (bersinar)

Cuacanya tidak menentu karena panas tapi juga hujan lebat.
Hari itu ketika prakiraan hujan keluar, tapi ketika syuting pindah ke dalam setelah syuting adegan di luar, tiba-tiba langsung turun (hujan)… “Tidak bisa menunjukkan (kamera) ke luar.”

Siapa lagi staf yang kamu temui?

Pak (Hirofumi) Fukuzawa yang dulu menjadi suit actor Geki Red, sekarang menjadi sutradara aksi. 
Ada juga Bu (Nakao) Kamio dan Pak (Yasuhiro) Takeuchi. 
Hebat sekali beliau masih aktif!

Apa kamu merasa waktu terhenti?

Benar sekali.
(Melihat sekitar) “Sudah lama sekali! Lama tak bertemu!” begitu rasanya (bersinar)
Semuanya bertanya, “Bagaimana keadaan saat ini? Sekarang umur berapa?” (tertawa)
“Umurku 28 tahun! Waktu itu umur berapa ya?” Banyak obrolan di lokasi. (malu)
Aku sudah dewasa!

Dalam kesempatan ini apakah kamu berpikir, “Aku ingin tampil di serial Super Sentai lagi dan lagi!”?

Aku… aku ingin berubah wujud. (tertawa tak terlihat)
Aku ingin berubah wujud (sejak di Gekiranger) tapi belum bisa.
Aku sangat senang hanya untuk tampil kali ini. (tersenyum puas)
Tapi kalau boleh, aku ingin berubah wujud!

Oh iya, ngomong-ngomong, ketika Kiramager baru dimulai, banyak pembicaraan di grup LINE Gekiranger.
Si Cewek Hijau (= Sena Hayami/Kiramai Green) mengenakan seragam dengan tanda SCRTC.
Dikirim dari Mina (Fukui, pemeran Ran Uzaki/Geki Yellow) bukan ya?
Semuanya bilang, “Wow!” Senang sekali saat itu.
Semuanya berhubungan baik dan aku masih bertemu.

Ngomong-ngomong, ingin berubah wujud menjadi hero/heroine seperti apa?

Umm… aku suka kuning!
Aku suka kuning. Sudah lama sekali

Kamu mengagumi Geki Yellow?

Kurasa ada perasaan seperti itu.
Tapi aku selalu menyukai warna kuning.
Aku menyukainya lebih dari pink.
Karena itu aku selalu ingin menjadi yang warna kuning.

Pada lokasi Super Sentai yang menyenangkan, jika kamu berubah menjadi (warna) kuning seperti yang diinginkan, kamu bisa menjadi Kuwae muda kembali.

(Tertawa) Ya mungkin saja.

Pada wawancara di THN, ada rumor mengenai legenda “bicara menjadi kenyataan.”

Mari kita katakan sesuatu, he he he.
Meski begitu, banyak karakter yang enerjik di warna kuning ya.

Cocok untuk Nona Kuwae yang enerjik.

Benar. (bersinar)
Kurasa Gekiranger sedikit lebih tua (karakternya) dibandingkan Super Sentai sebelumnya.
Bukankah warna merah kali ini berusia 17 tahun?
Mengejutkan…
Aku memiliki adik laki-laki yang berusia agak jauh.
Adikku baru-baru ini genap berusia 20 tahun, jadi dia bilang, “(Si Merah) lebih muda dari adikmu sendiri!”

Semuanya (di Kiramager) sangat manis.
Aku yang paling muda (di Gekiranger), tapi kemudian aku sadar (kali ini) aku yang paling tua. Tentu saja kecuali Bu Kazue.
Pikirku, “Kurasa akan terjadi setelah sepuluh tahun, tapi…”

Bagaimana kalau kamu berbicara “bahasa Jan” lagi dengan adikmu?

(Menjawab sambil tertawa)
Akan kulakukan ketika episodenya tayang, dia sudah berumur 20 tahun.

[Sakina Kuwae]
Lahir 6 Mei 1992 di Prefektur Chiba
Hobi: menari, futsal, memecahkan misteri
Keahlian khusus: aksi, Wadaiko

Sumber wawancara: ToeiHero.net
Sumber gambar: Kiramager Twitter (1) (2), Kiramager Toei Site, Super Sentai Friends

Written by Imanuel Ardito

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Ultraman Taro akan hadir dalam format Blu Ray dan Digital di Amerika Utara

Netizen Jepang Merasa Kecewa Dengan Kamen Rider Saber Setelah 8 Episode