in

Wawancara Duo Pahlawan Wanita Kiramager Yume Shinjo dan Mio Kudo

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Versi film layar lebar dari Mashin Sentai Kiramager yaitu Kiramager The Movie: Be-Bop Dream telah dirilis pada tanggal 20 Februari lalu. Sudah hampir satu tahun semenjak serial ini tayang. Pihak Mantan Web/MaiDiGiTV berbincang dengan Yume Shinjo (Sena Hayami/Kiramai Green) dan Mio Kudo (Sayo Oharu/Kiramai Pink) sebagai pahlawan bersinar yang melindungi dunia, tentang impresi mereka satu sama lain dan versi film.

Motif Kiramager adalah “permata” dan “kendaraan,” bercerita tentang para pahlawan yang dipilih oleh Kiramai Stone, para batu permata dengan kekuatan misterius, untuk bertarung melawan pasukan kegelapan yang mencoba merenggut harapan dan cahaya orang-orang.

Pada versi film, terjadi sebuah insiden dimana banyak orang yang tidur tidak bisa terbangun dari mimpinya. Minjo (Dan Mitsu) menyalahgunakan Dream Stone, permata yang membuat orang dapat berbagi dunia dari mimpinya. Untuk menyelamatkan orang-orang yang terperangkap dalam mimpi, Juuru Atsuta (Rio Komiya), Tametomo Imizu (Rui Kihara), Crystalia Takamichi (Kohei Souji), Mashin Fire & Shovelo, Sena (Shinjo), Shiguru Oshikiri (Atom Mizuishi), Sayo (Kudo) dan Mabushina pergi ke dunia mimpi. Film ini menjadi film pertama dalam kompilasi Super Sentai Movie Ranger 2021, yang kemudian dilanjutkan “Kishiryu Sentai Ryusoulger Tokubetsu-hen: Memory of Soulmates” dan “Kikai Sentai Zenkaiger The Movie: Akai Tatakai! All Sentai Dai Shuukai!!

— Sudah satu tahun menjadi Kiramager ya.

Shinjo:
Sekarang karena sudah selesai, aku akhirnya mulai merasa kesepian. Tepat setelah selesai, aku punya perasaan kuat kalau aku telah melakukan semuanya dan bersenang-senang, tapi sekarang karena kita sudah selesai syuting, aku menyadari kalau kita tidak selalu saling bertemu satu sama lain, dan aku mulai mengatakan “sudah lama ya” pada wawancara seperti ini.

Kudo:
Sejujurnya aku juga merasa kesepian. Aku merasa senang selama syuting, dan aku suka dengan semua staf, jadi aku sangat sedih meninggalkan mereka. Tapi aku senang kita bisa melewatinya bersama.

— Tolong beritahu kami kesan kalian setelah memerankan masing-masing karakter selama satu tahun.

Shinjo:
Sena adalah gadis yang periang, enerjik, murah senyum dan kuat, jadi aku sering diberitahu oleh staf dan anggota Kiramager lainnya kalau aku jadi lebih periang dibanding saat pertama kali berperan. Aku sangat berbanding terbalik dari Sena, tipe pendiam dan lebih suka di rumah, jadi aku sangat terpengaruh oleh Sena dan merasa lebih dekat dengannya karena berperan selama setahun.

Kudo:
Awalnya, aku membuat Sayo sebagai “pusat” dari karakter, sebagai wanita lembut dan tenang yang secara mental dewasa diantara berenam, tapi semakin lama memerankannya, aku mulai melihat berbagai pesonanya. Ketika dia terlalu bersemangat tentang sesuatu yang dia sukai, dia menjadi ketat dengan semua orang, dan dia juga memiliki sisi feminim. Aku telah dipengaruhi olehnya selama setahun, dan aku pikir aku telah menjadi orang yang lebih kuat. Awalnya, Sayo adalah citra wanita idealku, jadi aku bekerja keras untuk dekat dengannya, bahkan tanpa akting, aku pikir aku sudah sedikit mendekati.

— Tolong beritahu kami syuting episode yang paling sulit.

Kudo & Shinjo:
Kita sama-sama sepakat. (tertawa) 

Kudo:
Kiramei-nya. (tertawa)

Shinjo:
Episode kucing (Episode 41: Saya Ingin Menjadi Apa Adanya) dengan “Kiramei-nya” adalah yang terbaik bagi kami berdua. (tertawa)

Kudo:
Sulit untuk menghilangkan rasa malu menjadi kucing dan bilang “nyan-nyan” ke kamera di hadapan banyak anggota staf.

Shinjo:
Pada saat rehearsal, kita seharusnya syuting adegan kucing selama 30 detik, tapi mereka tidak berhenti setelah 30 detik, jadi kita mendapat adegan panjang selama 2 menit, yang cukup melelahkan secara mental. (tertawa)

— Apakah ada kesan yang berubah sejak pertama kali melihat satu sama lain?

Shinjo:
Cukup berubah. Dulu ada saat dimana aku harus menjawab kesan pertama melihat dia, aku menulis (Kudo) “seperti orang dewasa.” Dia lebih muda dariku, tapi kupikir dia sangat baik dan memiliki kedewasaan Kak Sayo. Kini, kesanku padanya berbeda dari kedewasaan Kak Sayo, dan seperti yang dibilang semua orang, dia halus seperti melayang di udara sampai 3 milimeter. (tertawa). Dia sebenarnya lebih muda dariku, dan ada waktu ketika dia memanjakanku, yang membuatku senang. Kupikir itu menguatkan fakta kalau dia tak hanya dewasa tapi juga imut (dalam beberapa hal).

Kudo:
Senang mendengarnya~! Awalnya, aku pikir kamu seperti bidadari pendiam, tapi setelah bekerja bersamamu selama setahun, aku sadar kamu adalah kakak yang sangat bisa diandalkan. Tentu saja, bidadari adalah bidadari dan dia selalu menjagaku dan membiarkanku memanjakannya dan mengandalkan aku sepanjang waktu, jadi sekarang aku merasa seperti seorang bidadari yang solid dan dapat diandalkan. (tertawa)

Shinjo:
Mm-hmm. (tertawa) Kamu membuatku sangat “morimori.” (tertawa)

— Tolong beritahu kami tentang sorotan dari film ini.

Shinjo:
Film ini tentang dunia di dalam mimpi, jadi para karakternya mengenakan kostum yang cocok dengan mimpi dan pemandangannya sering berubah. Juga, ada adegan langka dimana Sena bekerja sama dengan Sayo dan Shiguru, sebuah kombinasi yang tidak pernah terjadi di versi serial TV, yang kupikir unik untuk film ini. Kuharap semuanya memperhatikan itu.

Kudo:
Salah satu sorotan Sayo adalah dia mengenakan kostum yang tidak bisa kalian lihat di serial utama (di TV) dan bertarung dengan cara yang tidak bisa kalian lihat di serial utama. Kami melakukan banyak hal di film yang belum kami lakukan di serial TV, jadi aku ingin kalian memperhatikan cara mereka bertarung. Juga, aku harap kalian menikmati menonton penampilan skala besar yang hanya bisa ditawarkan di film!

Wawancara ini juga dapat disaksikan dalam video oleh MaiDiGiTV berikut ini:

Sumber wawancara dan foto: Mantan Web
Foto Episode 41: TV-Asahi

Written by Imanuel Ardito

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Toei Merilis Episode Pilihan Kamen Rider-Super Sentai Dalam Rangka 50 dan 45 Tahun Perayaan

Para Pemain dan Kru Kiramager Bagikan Perasaan Mereka Masing-Masing Saat Syuting Berakhir