in

“Kiramager adalah tim terbaik;” Satu Tahun “Tantangan” Bagi Mio Kudo

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Dalam rangka perilisan film Mashin Sentai Kiramager: Be-Bop Dream, pihak MyNavi News mengadakan wawancara dengan para pemeran Kiramager. Kali ini, Mio Kudo, yang memerankan Sayo Oharu/Kiramai Pink, tampil. Bagaimana pengalaman memerankan Sayo, yang punya aura “menyembuhkan” yang halus tapi juga punya “kekuatan pusat” untuk menghadapi kesulitan apapun untuk menyelamatkan nyawa, mempengaruhi Kudo? Dengan senyum di wajahnya, dia berbicara tentang “ikatan” yang terbentuk diantara teman-temannya selama setahun syuting Kiramager dan poin-poin yang harus dilihat dari film baru tersebut.

Wawancara dengan MyNavi ini dilakukan pada tanggal 24 Februari lalu sebelum episode terakhir yang tayang hari ini.

— Serial televisi Kiramager akan mencapai episode terakhir ya.

Ini jelas merupakan tahun pertumbuhan bagiku dan Sayo. Di luar, Sayo memiliki citra seorang wanita dengan suasana yang lembut dan anggun, tapi apa yang dia sembunyikan didalamnya adalah penuh gairah dan memiliki inti yang kuat.

— Tolong beritahu kami episode yang paling spesial bagimu.

Semua episodenya penting, tapi yang meninggalkan kesan paling kuat untukku adalah Episode 32, “Tergila-gila Pada Sayo.”

— Kamu bicara tentang adegan kencan dengan Yujin Kusaka (diperankan oleh Koji Kominami), teman sekelas dari Universitas Kedokteran Amerika yang sangat populer dan penuh nuansa dewasa ya.

Itu adalah adegan yang direkam dengan berkonsultasi dengan sutradara Kiyotaka Taguchi untuk membuatnya kurang terlihat seperti film heroik. Sutradara Taguchi bilang, “Aku ingin menghilangkan semua “Super Sentai” dari situ, dan membuat drama romantis yang berkilauan seperti pada “Getsuku,” atau adegan kencan seperti pada film,” sehingga syuting dengan atmosfir sangat bagus dilakukan. Adegan pertarungan antara para Kiramager dan Nazokake Jamen memiliki nuansa ceria yang jadi ciri khas Kiramager, dan aku sadar mencoba memainkan peran tersebut dengan cara yang dewasa, dengan harapan memunculkan perbedaan dalam ketegangan dan ketajaman.

— Pada Episode 24, “Ayo Memulai Band!”, “sisi berkemauan keras yang tak terduga” dari Sayo ditekankan pada cerita.

Menurutku dia pasti sangat serius dan bersemangat tentang apa yang dia suka, jadi meski dia berkata, “Bagian terbaik dari musik adalah bersenang-senang,” dia sering menggunakan nada yang jauh lebih kuat dari biasanya selama latihan band dengan teman-temannya. Aku ingin menunjukkan kalau aku punya antusiasme yang besar. Sayo tidak sering mengungkapkan emosinya, tapi dalam episode ini, aku mencoba mengungkapkan banyak kemarahan.

— Kurasa itu karena Sayo selalu tersenyum dan ramah sehingga adegan “gap” yang muncul dari waktu ke waktu berdampak padanya.

Benar. Memang menyenangkan untuk berakting sebagai Sayo yang tersenyum seperti biasa, tapi aku juga ingin mengekspresikan sisi yang berbeda darinya, jadi aku mulai “serakah.” Ketika syuting beberapa episode, jika menurutku aku bisa menampilkan sisi lain dari kepribadian Sayo dalam adegan ini, aku segera mencobanya. (tertawa)

Ada banyak karakter Sayo yang berbeda dalam naskah, jadi senang memiliki lebih banyak karakter untuk diekspresikan. Aku telah melihat Shiguru (diperankan Atom Mizuishi) dan Takamichi (diperankan Kohei Shoji) dari dekat saat mereka “melampaui” apa yang dicari sutradara dalam penampilan mereka, dan aku ingin menjadi seperti mereka. Aku tidak tahu apakah bisa melakukan sebaik mereka, tapi selalu kuanggap sebagai tantangan.

— Episode 37, “Sena ⅕,” yang menggambarkan kekuatan kepercayaan antara Sayo dan Sena (diperankan Yume Shinjo), sangat populer sebagai cerita duo pahlawan wanita.

Itu cerita favoritku. Aku telah diberitahu kalau akan ada episode duo pahlawan wanita segera, dan produser bertanya apa yang ingin kulakukan. Aku terkejut mereka mau mendengar keinginanku. (tertawa) Aku selalu mengagumi serial Super Sentai dimana pahlawan wanita menjadi idola.

Yume adalah seorang praktisi upacara minum teh dan aku adalah penari tradisional Jepang, jadi ingin cerita dengan nuansa “Jepang,” dan aku ingin melihat mereka berdua mengenakan kimono. Sayo mengejar Sena (Sena 5) yang melarikan diri dan membujuknya saat mereka bertarung di pantai di Shonan. Kupikir akan menarik untuk memainkan peran seperti itu. Itu adalah episode yang benar-benar menunjukkan sisi aktif dan bergairah Sayo.

— Bagaimana suasana tim saat kalian semua menjadi enam anggota Kiramager?

Kami mulai sebagai tim yang terdiri dari lima orang, dan kami menjadi tim yang baik, tapi Ko-chan (Shoji) membawa angin segar ke tim, dan menurutku suasananya menjadi lebih baik lagi. Kami berlima memang menyenangkan, tapi berenam bahkan lebih menyenangkan. Aku benar-benar percaya kalau Kiramager adalah tim terbaik yang pernah ada. 

— Lagu karakter Sayo “Kiseki wo Yumemiru?” yang dinyanyikan Nona Kudo adalah lagu moody jazz yang menekankan atmosfir “dewasa” Sayo. Bisakah kamu memberitahu kami tentang lagu karakter ini?

Aku sudah menantikan lagu karakter Sayo sejak diputuskan kalau itu akan menjadi lagu tentang dia. Ketika produser mengizinkanku mendengar bagian melodi terlebih dahulu, aku terkejut dan berpikir, “Lagu modis apa ini?” (tertawa) Melodinya benar-benar terdengar seperti sesuatu yang akan dimainkan di restoran yang modis, dan aku membayangkan seperti apa Sayo akan menyanyikannya. Ketika lirik ditambahkan, lagu menjadi lebih “manis,” dan aku pergi untuk rekaman memikirkan bagaimana membuatnya menyenangkan untuk didengar. Artis ideal dan targetku adalah Ringo Sheena. Aku mendengarkan beberapa CD Ringo sebelumnya dan belajar bagaimana bernyanyi seperti ini. Tentu saja, aku tidak memiliki kemampuan bernyanyi untuk menirunya, tapi aku menikmati bernyanyi bersamanya.

— Ketika kamu menyanyikan lagu itu, apa yang kamu perhatikan?

Di luar, Sayo adalah karakter yang baik, tapi dia tidak menunjukkan perasaan yang sebenarnya. Aku ingin menciptakan suasana misterius, dan pada saat yang sama, aku ingin bernyanyi dengan cara yang menunjukkan sisi manis Sayo dan sedikit “emosi.” Selama rekaman, aku sadar akan “akting” dengan menyanyi dengan senyuman diwajahku sehingga bisa menyampaikan “kebahagiaan” Sayo dengan suaraku. Aku juga ingin mengungkapkan sedikit keseksian, jadi aku menggunakan suara dengan nafas yang dihembuskan, tapi aku penasaran seperti apa kesan yang diterima fans dari itu, (tertawa)

— Kesan apa yang kamu miliki tentang interaksi antara Sayo dan Mashin Helico (pengisi suara: Yuki Nagaku)?

Awalnya, aku mengira Sayo adalah kakak perempuan sedangkan Helico adalah adik perempuan, tapi lambat laun mereka menjadi lebih seperti teman wanita sebaya, dengan hubungan yang bersahabat. Dia mungkin tidak mengerti emosi manusia, tapi dia adalah teman terbaik untuk Sayo, menghiburnya saat sedih dan berbagi kegembiraannya saat dia bahagia. Setiap interaksi antara Helico dan Sayo sangat berkesan. Suara karakter Nagaku adalah hal yang paling imut. (tertawa)

— Pada Episode 19, “Mitra,” apa yang kamu perhatikan dalam hal akting ketika jiwa Helico memasuki tubuh Sayo?

Helico memberikan kesan yang sangat “muda,” jadi menurutku penampilannya akan mirip dengan saat jiwa Sayo menjadi usia 5 tahun (Episode 6, Temanku Menjadi 5 Tahun), jadi aku membuatnya berbeda dari sebelumnya. Ayumi Shimozono, yang menjadi suit actor, sudah memerankan Kiramai Pink dengan jiwa Helico sebelumnya, jadi aku bertanya tentang itu. Lalu, dia menasihatiku, “Helico belum pernah menjadi manusia sebelumnya, jadi kamu harus bergerak dengan cara yang tidak dilakukan manusia biasa.” Dengan nasihat tersebut, aku bisa memberikan penampilan yang “mengayun.” Kucoba berbagai gerakan, berharap aku bisa mengekspresikan sisi imut Helico.

— Apa yang kamu bicarakan dengan Nona Shimozono, yang memerankan Kiramai Pink dalam hal akting?

Sambil kami membaca naskah untuk setiap episodenya, kami membahas bagaimana cara membuat karakter Kiramai Pink/Sayo, tapi kami tidak selalu membahas secara menyeluruh. Ini lebih seperti kami mengamati gerakan satu sama lain untuk menghasilkan bentuk. Untukku, aku dapat merasakan dari gestur dan gerakan kecil Nona Shimozono, “Gerakan seperti itu sangat Sayo banget,” dan memasukkannya ke dalam penampilanku sendiri. Kiramai Pink oleh Nona Shimozono begitu indah, bahkan dari caranya berdiri, aku sadar bagaimana untuk mendekati postur dan posisi berdirinya.

Pada film pertama “Episode Zero,” aku melihat Kiramai Pink yang sangat seksi duduk diatas Bechat yang tiduran sambil menyilangkan kaki dan menembakkan pistol. Jadi aku meminta Nona Shimozono untuk “membuatnya bertarung lebih seksi.” (tertawa) Karena Kiramai Pink berakting dengan sisi keren dan keseksian, aku mencoba memikirkan perannya ketika merekam suara.

— Bicara soal aksi, pada “Pertunjukan Aktor” di Theater G-Rosso di Tokyo Dome City, Nona Kudo dan anggota Kiramager lainnya tampil, dan semuanya memamerkan gerakan cepat mereka. Karena “bencana Corona” baru-baru ini, banyak acara yang dibatalkan satu persatu, dan jumlah kesempatan untuk bertemu langsung dengan anak-anak menurun drastis, jadi pasti pertunjukan G-Rosso menjadi kesempatan berharga bagimu.

Ya, begitulah. Aku bisa merasakan respon dari orang-orang yang menonton Kiramager di media sosial, tapi aku juga merasa sedih karena tidak bisa bertemu langsung dengan mereka, jadi aku sangat senang langsung melihat reaksi fans di penampilan G-Rosso. Aku sangat senang ketika berjalan keluar di atas panggung dan melihat ke sekeliling penonton dan melihat seorang gadis kecil mengenakan seragam Sayo. Aku sangat senang melihat begitu banyak orang datang untuk melihat pertunjukan dengan seragam pink mereka. Karena kami tidak diperbolehkan berbicara saat ini untuk mencegah infeksi virus, aku tergerak melihat orang-orang menyemangati kami dengan lampu pena dan tepuk tangan.

— Dan sekarang versi film Kiramager telah dirilis. Saya diberitahu kalau awalnya dijadwalkan untuk dirilis musim panas tahun lalu, jadi sudah lama sekali. Ada pembicaraan tentang penampilan tamu oleh Nona Mitsu Dan sebagai Minjo dalam film ini. 

Nona Mitsu Dan memberikan permen ramune kepada semua Kiramager sebagai hadiah. Dia memiliki selera humor yang tinggi dan mengejutkan kami dengan sesuatu yang tidak pernah kami duga. (tertawa) Dia memiliki suasana yang sangat lembut. Sayang sekali kami tidak memiliki banyak adegan bersama, aku ingin terlibat dalam lebih banyak drama.

— Tolong beritahu kami tentang sorotan peranmu dalam “Mashin Sentai Kiramager The Movie: Be-Bop Dream.”

Tolong perhatikan adegan dimana aku mengenakan yukata dengan semua orang di pameran festival musim panas. Dalam adegan dimana Sayo dibuat sekecil ikan mas oleh Minjo dan berjuang di dalam air, aku mengalami “wire action” untuk pertama kalinya dalam hidupku. Aku digantung dengan kawat dan berenang di bawah air, dan sangat sulit. Besoknya, aku mengalami nyeri otot di sekujur tubuhku. (tertawa) Pertunjukan bawah airnya sangat menarik, jadi silahkan nikmati di bioskop!

— Apa saja hal-hal yang membuatmu senang menjadi bagian dari Kiramager?

Sekitar musim panas, aku sakit dan khawatir tentang apa yang harus dilakukan karena aku menyebabkan masalah bagi semua orang, tapi mereka berlima selalu ada untukku dan mendukung dengan kata-kata yang baik. Khususnya Yume, yang selalu ada untukku dan mendorongku untuk baik-baik saja. Yume banyak membantu dalam kehidupan pribadiku, kadang memberi pendapat yang berbeda, seperti “mungkin kamu tidak seperti itu.” Aku sangat senang telah menghabiskan satu tahun dengan kami berenam sebagai Kiramager, dan itu adalah pengalaman yang sangat menyenangkan bagiku.

Sumber: MyNavi

Written by Imanuel Ardito

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Para Pemain dan Kru Kiramager Bagikan Perasaan Mereka Masing-Masing Saat Syuting Berakhir

Hikaru Ohsawa Ungkap Beratnya Menjadi Heroine Kamen Rider