in

Shuichiro Naito-Asuka Kawazu: Membagikan Cerita Saat Lolos Audisi Kamen Rider Saber

  •  
  • 74
  •  
  •  
  •  

Shuichiro Naito, pemeran Touma Kamiyama dan Asuka Kawazu, pemeran Mei Sudou dalam serial Kamen Rider Saber membicarakan tentang di balik layar saat keduanya lolos audisi Kamen Rider Saber.


Oricon: Dalam wawancara terakhir, kamu bilang ingin memberi tahu kakek nenekmu ketika ditentukan (bermain) di Kamen Rider. Bagaimana reaksinya?

Shuichiro: Mereka senang mendengarnya. Kamen Rider adalah gerbang menjadi seorang bintang. Aku dibilang, “Kamu sudah menjadi seorang bintang,” tetapi aku rasa ini adalah awal dari karirku. Mereka sering menonton drama-drama di mana aku menjadi bintang tamu, secara real time hingga tengah malam. Sebagai cucu, aku merasa khawatir. Tapi kali ini, aku merasa lega jika mereka menontonku. Karena aku bermain di Kamen Rider yang tayang setiap Minggu pukul 9 pagi.

Oricon: Apakah ada perkataan lain yang membuat kamu terkesan?

Shuichiro: Aku paling senang saat melapor ke ibuku. “Mimpiku akhirnya menjadi kenyataan,” sembari menangis dan tersenyum. Kukira Ibuku tidak akan menangis, jadi aku menangis ketika melihatnya menangis.

Aku tidak tertarik pada dunia hiburan sampai aku di tahun ketiga SMA. Ibuku adalah seorang perawat dan aku awalnya ingin menempuh jalan seperti Ibu. Ketika aku memutuskan program studi ku dalam tiga tahun, aku tiba-tiba berubah pikiran dan kewalahan menghadapi tentangan orang tua, jadi aku pergi ke Tokyo tanpa bilang apa pun. Rasanya seperti kabur dari rumah.Aku menerima dukungan yang baik dari mereka, jadi kurasa aku sudah balas budi.

Oricon: Kenapa kamu tiba-tiba mengincar dunia hiburan?

Shuichiro: Ketika aku masih SMA, ada Mister Contest. Aku menduduki peringkat pertama di tahun pertama, tahun kedua, dan tahun ketiga. Jadinya aku senang (tertawa). Aku lumayan tinggi, jadi aku ingin menjadi model.

Oricon: Kamu pergi ke Tokyo sendirian. Hebat sekali!

Shuichiro: Awalnya aku takut, tapi kupikir aku tidak bisa melakukan hal yang sama setiap hari. Setelah khawatir, kuberpikir kalau aku datang ke Tokyo untuk melakukan sesuatu.

Oricon: Apa kesan kamu tentang dunia hiburan saat kamu terjun ke dalamnya?

Shuichiro: Aku rasa aku belum merasakan saat-saat sulit. Aku tipe orang yang tidak mau terlalu memikirkannya, jadi aku tak pernah merasa khawatir atau murung. Tapi, saat usiaku beranjak 24 tahun, mungkin ini adalah usia di mana aku harus memikirkan berbagai hal

Oricon: Apakah kamu memiliki gambaran tentang masa depan?

Shuichiro: Masih belum ada gambaran, sih. Untuk saat ini, aku ingin berjuang sekuat tenaga untuk “Kamen Rider Saber”. Setelah itu, aku ingin melakukan semua pekerjaan dan peran yang akan datang kemudian hari. Jika aku terus melakukan itu, kupikir aku akan bisa menemukan pekerjaan seperti takdir suatu hari nanti. Sampai saat itu, aku ingin akan terus berakting dan memoles diriku sehingga aku dapat berakting dengan bagus ketika menerima pekerjaan itu.

Oricon: Masaki Suda juga memberikan semangat lewat acara radionya

Shuichiro: Aku sangat bersyukur. Tapi, kotak makan “Popeye” yang dibicarakan dalam radio itu sudah tak bisa dimakan. Bahkan aku belum pernah memakannya sekali pun. Tapi, aku senang Masaki Suda menyebut namaku, dan aku mendengarkannya berulang-ulang. “Dia menyebut namaku!” (tertawa). Aku mengerti perasaan para penggemar (tertawa).

Oricion: Bagaimana kesan kamu tentang episode terakhir “Kamen Rider Zero One”?

Shuichiro: Aku rasa itu adalah akhir yang dapat dinikmati oleh orang dewasa. Soalnya, itu adalah karya yang dicintai berbagai orang. Baru-baru ini, aku merasakan tekanan untuk membintangi “Saber”, yang merupakan karya selanjutnya. Apakah itu akan sangat dicintai atau apakah itu dapat dibuat menjadi karya terbaik seperti “Zero One”. Karena episode pertama adalah akting pertama, dan aktingku hancur…

“Aku khawatir,” kataku kepada Fumiya Takahashi (Kamen Rider Zero-One / Hiden Aruto). “Aku menonton episode pertama berkali-kali, jadi bagusnya disimpan baik-baik. Kamu bisa kembali ke awal, Jika kamu tidak bisa melakukannya dengan baik, kamu bisa memastikan bahwa kamu sudah berubah.” katanya.

Fumiya awalnya adalah temanku. Fumiya adalah senior di Kamen Rider, dan kupikir dia sudah dewasa karena dia sudah melakukannya selama setahun. Wajahnya juga berubah. Orangnya santai dan dapat diandalkan. Kupikir apakah ini akan terjadi selama syuting Kamen Rider setahun penuh. Aku ingin junior berikutnya merasakan hal yang sama denganku.

Oricon: Karakter seperti apa Kamiyama itu?

Shuichiro: Dia sangat menyukai penjelasan tentang pengetahuan yang tak diketahui, dan langsung seperti anak kecil saat membaca buku. Ada juga sisi bersemangat untuk mendengarkan janji kecil dengan ramah. Kurasa, kekuatan itu ada ketika aku berubah. Aku seorang novelis, dan pada awalnya kupikir aku adalah orang yang sederhana, tetapi ketika aku berakting, aku ceria, dan kupikir aku adalah orang baik yang takkan pernah membodohi orang lain dan akan menegaskan terlebih dahulu. Tetap saja, kupikir dia adalah pria yang juga memiliki gairah.

Oricon: Karakter seperti apa yang kamu inginkan dari Kamiyama di masa depan?

Shuichiro: Aku ingin Kamiyama mengoleksi buku. Tapi, Sword Of Logos adalah organisasi yang tak dapat mengumpulkan buku menjadi satu, dan karena itu ada di dalamnya, kurasa pasti ada masalah. Kamiyama sembari menelusuri ingatannya sendiri, dan meskipun menyebabkan masalah, tapi aku ingin dia menjadi orang yang bisa berbalas budi. Pada akhirnya, aku ingin dia menjadi karakter yang bilang “Mengumpulkan buku itu bagus, loh.” ke semua orang.

Oricon: Kamu bilang pada konferensi pers pengumuman produksi bahwa kamu ditipu saat lolos audisi

Shuichiro: Shuichiro: Manajer berkata, ‘Kita punya sesi pelatihan akting, jadi datanglah pada hari ini. Asuka juga akan ada di sana. ‘ Ketika kami memasuki ruangan, kami berdua memperhatikan kamera di dalam ruangan. Ketika aku bertanya untuk apa, mereka berkata ‘untuk mengambil gambar ekspresi dirimu’, dan kami berdua mempercayai mereka (tertawa). Jadi kami mulai berbicara, dan tiba-tiba manajer memberikan biskuit. Dia berkata, “Selamat, Asuka, menjadi heroine ‘Kamen Rider’. Aku sangat senang pada awalnya karena aku tahu aku mengikuti audisi.

Tapi setelah memikirkannya sebentar, aku berpikir, “Aku juga berada sampai audisi terakhir…” dan menunggu hasil. Tapi dia (manajer) tidak pernah memberitahuku… Ketika aku bertanya tentang hal itu, dia mengatakan “Kamu gagal”. Aku tidak bisa menerimanya, jadinya aku bertanya lagi dan lagi (tertawa).

Kawazu: Momen itu canggung…

Shuichiro: Kupikir, “Yang benar aja…” tapi aku memutuskan untuk beralih. Tapi aku sedikit kesal dengan manajer yang memanggil orang-orang yang diterima dan orang-orang yang tidak diterima secara bersamaan (tertawa). Aku sangat frustrasi sehingga aku ingin pulang, tetapi manajer memberikan biskuit lain. Lalu dia berkata, “Shu, selamat atas Kamen Ridermu,” dan aku seperti, “Apa?” dan dia lanjut berkata, “Udah gitu karakter utama”. Kepalaku menjadi kosong. Ketika aku sadar, aku menangis. Dia berkata, “Syukurlah ya”. Segera kami mulai membicarakan tentang jadwal ku dan aku benar-benar tak merasakannya, karena saat itu aku sudah tenggelam dalam kebahagiaan (tertawa).

Kawazu: Aku memeluk manajerku (tertawa). Saat aku terpilih sebagai heroine, aku juga sangat bahagia, dan sangat senang (tertawa). Setelah itu, kami bertiga berjanji untuk pergi makan malam bersama, dan jadi canggung… Manajerku yang mengajak kita berdua, kupikir langka sekali. Aku tak menyangka kita berdua bakal diterima. Udah gitu, manajer kita sama, loh. Seperti keajaiban saja!

Shuichiro: Beneran, deh. Begitu Asuka terpilih, kupikir aku tidak mungkin lolos. Serius, aku terkejut.

Kawazu: Manajer bilang, “Kuharap keduanya lolos”. Sepertinya Manajer gemetar ketika ia mendapat telepon di jalan perihal keputusan tentatif (tertawa).

Oricon: Bagaimana perasaan kalian sekarang?

Shuichiro: Kupikir itu saat aku duduk di tengah konferensi pers dan Asuka ada di sampingku. Ada banyak orang dewasa di sana, dan aku duluan yang mulai berbicara. Lalu ada momen ketika aku memasang belt. Kupikir, “Ini Kamen Rider beneran! Semua orang sangat serius tentang hal itu sehingga aku berencana untuk menyembunyikannya, tetapi aku malu sekali (tertawa).

Kawazu: Kurasa ketika konferensi pers, aku benar-benar merasakan apa yang terjadi saat aku menerima berbagai komunikasi. Karena kala itu, aku tidak menerima sorotan cahaya yang lumayan.

Oricon: Kalian berdua manajernya sama?

Shuichiro: Kita berada di grup yang sama sekitar setahun yang lalu, kupikir. Kami mengikuti audisi saat itu, dan kami berkata “Senang bertemu denganmu”.

Kawazu: Setelah itu, kami pergi makan malam. Aku baru saja bergabung dengan agensi, jadi kupikir “Aku harus menyapanya”. Sejujurnya, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan (tertawa). Lalu di tempat selanjutnya, aku mendapat aura bahwa tidak apa-apa untuk berbicara dengannya, dan mereka tampak baik kepadaku.

Shuichiro: Kesan pertamaku tentang Asuka adalah dia selalu tersenyum dan ceria. Itu tidak berubah.

Oricon: Adakah aspek baru yang kalian lihat saat mulai syuting?

Kawazu: Aku melihat aspek serius. Biasanya karakterku terlihat agak konyol, tetapi ketika di tempat syuting langsung aktif gitu.

Shuichiro: Dia tersenyum, tapi ketika dia bercanda dengan Takaya Yamaguchi (yang berperan sebagai Rintaro Shindo di Kamen Rider Blaze), aku merasa dia memiliki aspek kakak perempuan yang mengawasiku.

Oricon: Kalian membicarakan apa saja saat di tempat syuting?

Kawazu: Kami membicarakan tentang “Zero One”. Kami juga membaca naskah dan berbicara satu sama lain tentang karakter seperti apa yang ingin kami buat.

Shuichiro: Pada awalnya, kami tidak tahu bagaimana karakternya, jadi kami berbicara tentang bagaimana kami harus membuat karakter seperti ini.

Kawazu: Kita berbicara tentang ini, “Mungkin Mei harus lebih terlihat semangat lagi,” atau “Mungkin dibuat seperti ini saja.” Kita membicarakan” Saber” kala waktu luang dan hal-hal lain.

Oricon: Kalo dipikir kembali, nampaknya dari agensi yang sama lumayan bagus ya

Shuichiro: Sangat bersyukur. Sangat membantu punya kenalan yang kenal banget sejak awal.

Oricon: Takaya Yamaguchi juga bersyukur karena kalian berdua berada di agensi yang sama, jadinya kalian “mudah bergaul”.

Kawazu: Aku baru tau soal itu! Begitu ya.

Oricion: Apa kesan kalian tentang Takaya Yamaguchi?

Kawazu: Aku belum pernah bertemu dengannya sebelumnya, dan senang bertemu dengannya secara langsung. Kupikir dia mungkin pria keren karena dia memiliki mata yang bagus dan wajah yang maskulin. Aku mudah berbicara dengan orang yang sangat energik, tetapi aku bingung apa yang harus aku lakukan jika bertemu orang pendiam… Dengan perasaan seperti itu, aku pergi ke membaca buku dan dia berbicara sedikit denganku, tetapi dia juga sangat ceria. Pertamanya, ada adegan (lagu pembuka) di mana kita bertiga berada dalam buku yang sedang dibaca, dan berbicara selagi pulang, ada suasana alami, kurasa itu perbedaan yang bagus!

Shuichiro: Takakya orangnya benar-benar alami (tertawa). Tapi, sebenarnya dia baik banget. Kupikir Takaya selesai satu jam sebelum aku sulih suara dan kembali ke ruang ganti duluan, tetapi dia menungguku. “Kenapa kamu di sini?” kataku. Lalu, “Bukankah kamu akan kesepian, dan sendirian jika aku kembali ke ruang ganti?” katanya. Dia sangat baik sehingga aku hampir jatuh cinta padanya (tertawa).

Oricon: Sepertinya kalian bertiga terlihat dekat di tempat syuting, ya.

Kawazu: Kami berbicara ketika kami ingin berbicara, dan ketika kami ingin berkonsentrasi, kami berkonsentrasi. Kami tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan usia kami, tetapi kami akur.

Shuichiro: Asuka orangnya santai dan mudah diajak bicara, meski usia kami agak berbeda.

Oricon: Sekali lagi, tolong beritahu daya tarik utamanya

Shuichiro: Semua karakternya sangat dalam. Aku akan memperhatikan ekspresiku agar tidak terkubur. Aku berusaha supaya ekspresiku bergerak, naik-turun, jadinya aku ingin kalian semua memperhatikan itu.

Kawazu: Akan ada lebih banyak adegan yang serius, tapi menurutku peran Mei adalah untuk meringankan suasana di adegan berikutnya, jadi aku ingin semua orang melihat itu.

Sumber: Oricon


Artikel ini diterjemahkan oleh tim Erasatsu Indo. Mohon jangan mengcopy-paste tanpa memberikan kredit dan langsung menautkan ke artikel asli Erasatsu Indo.

Written by Axel C

Seorang pria muda yang mencintai Tokusatsu.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Comments

0 comments

Toei Rayakan 10 Tahun Kamen Rider OOO

Inukai Atsuhiro Membuka kanal YouTube Pribadi